1. Abraham Samad, Ex Pimpinan KPK
Setelah melihat dan mencermati daftar nama-nama orang yang dipilih masuk dalam Pansel KPK, rasanya ada kekecewaan bercampur kekuatiran  tentang,apa mungkin dengan komposisi Pansel KPK seperti sekarang ini bisa menjaring dan menemukan Calon Pimpinan KPK yang ber Integritas yang mampu memerangi Korupsi tanpa pandang  bulu?                                            

Oleh karena itu kita berharap Presiden dapat meninjau kembali dan merubah serta merevisi  komposisi Pansel KPK, mengingat masih tersedia cukup banyak waktu untuk melakukan perubahan-perubahan Komposisi Pansel KPK dikarenakan  masa berakhirnya Pimpinan KPK sekarang ini masih 7 bulan yaitu pada bulan Desember 2019.

Jadi masih cukup banyak waktu yang tersedia untuk bisa menjaring dan menemukan Pimpinan KPK yg berintegritas, namun kita tidak bisa berharap banyak akan dapat menjaring dan menemukan Pimpinan KPK yang berintegritas kalau saja komposisi Pansel KPK  seperti sekarang ini tetap dipertahankan.

2. Haryono Umar, Ex Pimpinan KPK
Pansel harus menghasilkan calon pimpinan yang sangat netral dan pejuang untuk pemberantasan korupsi

3. Busyro Muqoddas, Ex Pimpinan KPK
a)Koreksi kepada Presiden dan jajaran terdekatnya masih perlu terus digaungkan. Sangat disayangkan pengulangan sikapnya yang tidak jujur dalam memberantas korupsi;
b)Mendesak agar daulat rakyat dihormti yang dengan memberikan hak masyarakat untuk memberi penilaian terhadap track record pansel;
c)Pansel yg sudah final berekewajiban mengundang perwakilan CSO yang peduli terhadap anti korupsi dan perwakilan Wadah Pegawai KPK;
d)Hasil pertemuan dengan CSO dan WP KPK dapat dijadikan panduan untuk merumuskan program seleksi termasuk penunjukan lembaga  assesment yg terdiri juga dari unsur kampus,aktivis anti korupsi dan tokoh publik yg jelas keberpihakannya pada gerakan anti korupsi
e)Desakan untuk Pimpinan KPK periode sekarang tidak mendaftar lagi.
f)Mendorong staf senior didalam KPK yang rekam jejaknya teruji utuk tampil memimpin demi keberlanjutan komitmen ideologi pemberantasan korupsi

4. Abdul Fickar Hadjar, Akademisi Universitas Trisakti
Seperti juga aspirasi teman-teman digerakan anti korupsi saya juga berpendapat Panitia Seleksi Pimpinan KPK ini tidak menggambarkan keberpihakan Presiden pada pemberantasan korupsi, tim ini justru menimbulkan banyak kekhawatiran akan kualitas pimpinan kpk yang terpilih. saya khawatir pada KPK dimasa depan yang penuh kepentingan politik.

Seharusnya Presiden dapat mengganti Pansel dengan para akademisi yang tidak berorientasi pada instansi terutama yang suka menakut-nakuti KPK
5. Prof Denny Indrayana, Guru Besar Hukum Tata Negara UGM
Pansel KPK adalah urat nadi dan jantung seleksi pimpinan KPK. Mudah disimpulkan, Pansel KPK yang baik, akan menghasilan calon Pimpinan KPK yang baik, dan sebaliknya. Protes dan kritik dari LSM dan tokoh pegiat antikorupsi atas komposisi Pansel KPK bentukan Presiden Jokowi sekarang, menunjukkan bahwa ada yang salah dalam proses penyusunannya.
Sebelum terlambat, ada baiknya Presiden memperhatikan masukan dari masyarakat antikorupsi, dengan memilih Pansel KPK dengan tiga kriteria utama: 

1) Mempunyai integritas antikorupsi yang jelas; 

2) Independen, tidak mempunyai afiliasi dengan kelompok tertentu yang cenderung ingin melemahkan KPK; dan 

3) kapabel dan memahami kebutuhan internal KPK, serta mengerti strategi pemberantasan korupsi yang dibutuhkan KPK.

Oleh : Indonesia Corruption Watch

Popular Posts

 

Headlines

Newsletter

    

« September 2019 »
Mon Tue Wed Thu Fri Sat Sun
            1
2 3 4 5 6 7 8
9 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30